Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat
yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada di sini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.
Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami
menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya.. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan
mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untukkehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .
Jika seorang anak yang berada di jalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa
kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja, ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa
berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
The Black Jack's
- Jack'S Corner - jokostoner@yahoo.com
Sabtu, 16 Januari 2010
Kamis, 10 Desember 2009
Selamat Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun……. 39 tahun adalah jumlah yang cukup besar, kalau dihitung dalam hari ada ribuan bahkan lebih. Tiap hari kita bertambah entah itu yang mengasikan atau yang menjengkelkan. Tiap kejadian kita selalu dapat melaluinya hingga terbentuklah manusia seperti yang sekarang ini. Tumbuh menjadi manusia yang kokoh kuat dan seterusnya … Selanjutnya kita akan berhadapan dengan masa depan yang akan menghadang kita yang sangat panjang terbentang diluar batas alam sadar kita. Kita senantiasa bimbang bagaimana bentuk bahagia yang akan kita capai nanti, apakah itu bahagia yang berbentuk bulat atau yang persegi panjang, kita senantiasa berkhayal menciptakan istana impian kita masing-masing, yang waktu demi waktu kita bangun, kita perindah dengan bumbu-bumbu khayalan yang lain. Lambat laun istana impian kita yang kita impikan tercipta, berdiri megah dengan sempurna tanpa cacat dan celah. Lalu kita berusaha mewujudkan istana impian itu menjadi bentuk yang nyata,selanjutnya kita akan menjadikan impian sebagai sebuah dasar, tujuan dan juga cita-cita hidup, kita senantiasa berkhayal –berkhayal dan berkhayal terus. Tanpa sadar kita sudah jauh meninggalkan kemanusiaan kita. Kita selalu dihantui khayalan-khayalan yang telah kita ciptakan, kita merasa tertekan karena gambaran-gambaran itu sangat jelas terpampang didepan mata, kita merasa tertantang untuk menggapainya. Perasaan kita “ itu semua sudah tersedia didepan mata ”. Namun sesunggunya itu semua hanya sebuah ilusi belaka. Selamat ulang tahun,dengan bertambahnya usia ini. Semoga Kita bertambah dewasa dan jadilah bagian dari orang-orang dewasa yang sangat menyenangkan. Amin…
Kamis, 22 Oktober 2009
Indonesia tempatku berpijak
Pemilu 2009 telah sempurna diseleseikan, setelah dilantiknya para menteri pembantu Presiden dalam menjalankan tugas kenegaraan.seperti yg telah lalu pemilihan menteri selalu saja diwarnai pro dan kontra,baik dalam segi kredibilitas maupun unsur politik yg cukup mencuat kali ini. Penempatan unsur politik yg cukup dominan dalam pemilihan menteri kali ini terasa memuakan,bisa dimengerti Presiden berusaha mengakomodir parpol dimaksudkan untuk memperlancar political willnya,tetapi ada yg dikorbankan dari itu semua.sebagai rakyat tentunya keputusan seperti itu akan sangat mengecewakan dalam hati tuntutan kita adalah kinerja pemerintahan berjalan seprofesional mungkin tanpa ada campur tangan orang-orang yg tidak kredibel ditempatnya dan selalu berusaha menciptakan Indonesia yg lebih baik.
Satu dua menteri bahkan sangat perlu dipertanyakan kredibilitasnya,meskipun dipaksa sekalipun presiden tentu tak akan mau memberi penjelasan yg sebenarnya tentang pilihanya. Ya Negara harus punya rahasia,dan rakyat harus dipaksa untuk menerima realita bahwa itu yg terbaik bagi kita semua. Menteri memang jabatan politis kalaupun mereka berganti-ganti toh ada staf yang selalu konsisten mendukung jalannya roda pemerintahan. Dan patut pula kita sadari setiap tindakan para menteri diluar criminal adalah menjadi tanggung jawab Presiden.
Menteri adalah pembantu presiden yg bertugas menganalisis masalah memecahkanya dan melaporkan pada Presiden untuk diambil keputusanya.meskipun banyak cerita yg tidak berjalan seperti di atas tapi secara garis besar bekerjanya seperti itu.ada kebijakan yg dibuat memang diluar kendali presiden,hal seperti itu bisa saja terjadi lantaran persoalan yg ada diluar kemampuan Presiden atau memang ada kesengajaan.
Tolong dilanjutkan sendiri dengan segala imajinasi yg ada,sudah muak rasanya untuk mengingatnya.
Dan apapun yg kita pikirkan adalah betul adanya, semoga…
Selamat menjalankan roda pemerintahan bagi kabinet yg telah terbentuk
Satu dua menteri bahkan sangat perlu dipertanyakan kredibilitasnya,meskipun dipaksa sekalipun presiden tentu tak akan mau memberi penjelasan yg sebenarnya tentang pilihanya. Ya Negara harus punya rahasia,dan rakyat harus dipaksa untuk menerima realita bahwa itu yg terbaik bagi kita semua. Menteri memang jabatan politis kalaupun mereka berganti-ganti toh ada staf yang selalu konsisten mendukung jalannya roda pemerintahan. Dan patut pula kita sadari setiap tindakan para menteri diluar criminal adalah menjadi tanggung jawab Presiden.
Menteri adalah pembantu presiden yg bertugas menganalisis masalah memecahkanya dan melaporkan pada Presiden untuk diambil keputusanya.meskipun banyak cerita yg tidak berjalan seperti di atas tapi secara garis besar bekerjanya seperti itu.ada kebijakan yg dibuat memang diluar kendali presiden,hal seperti itu bisa saja terjadi lantaran persoalan yg ada diluar kemampuan Presiden atau memang ada kesengajaan.
Tolong dilanjutkan sendiri dengan segala imajinasi yg ada,sudah muak rasanya untuk mengingatnya.
Dan apapun yg kita pikirkan adalah betul adanya, semoga…
Selamat menjalankan roda pemerintahan bagi kabinet yg telah terbentuk
Senin, 05 Oktober 2009
Mengenang korban Gempa
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
Hanya titik titik yg bisa kepersembahkan bagi korban gempa Bumi.
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
Hanya titik titik yg bisa kepersembahkan bagi korban gempa Bumi.
Minggu, 26 Juli 2009
Bom, bom, bom...Lagi
Bom-bom teroris terus meledak setelah beristirahat beberapa lama, ternyata bom meledak lagi dijakarta (17 Juli 2009).ditempat yg dulunya pernah meledak lagi. ini bukan kecolongan tetapi ada kesengajaan dari pengebom untuk membuat taktik baru.
Harus dilawan dengan apakah pengebom ini.versi pemerintah,akan menangkap gembong pengebom juga pengikutnya yg potensial menjadi martir.lalu berapa banyak orang2 berpotensi yg akan masuk penjara,apalagi ada landasan ajaran Agama Islam dalam menggerakan para martir tersebut (meskipun banyak ulama menentangnya)dan mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.
Kalau mau jujur, sebenarnya kita bisa mengupas penyebab diledakanya beberapa bom di tanah air ini. Adanya dominasi negara maju terhadap dunia secara keseluruhan,dan Indonesia dianggap sebagai kepanjangan tangan liberalisme barat. Yang patut dipertanyakan mengapah pemerintah bersikukuh menyalahkan pihak pengebom semata tanpa mau mengoreksi diri atas tuntutan teroris.
Padahal sebagian perjuangan para teroris,juga merupakan harapan sebagian rakyat pada umumnya. Kalaupun rakyat tidak bersimpati pada teroris, bukan berarti rakyat mendukung pemerintah sepenuhnya.
Dan biarlah para teroris ini menjadi urusan pemerintah semata...
Harus dilawan dengan apakah pengebom ini.versi pemerintah,akan menangkap gembong pengebom juga pengikutnya yg potensial menjadi martir.lalu berapa banyak orang2 berpotensi yg akan masuk penjara,apalagi ada landasan ajaran Agama Islam dalam menggerakan para martir tersebut (meskipun banyak ulama menentangnya)dan mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.
Kalau mau jujur, sebenarnya kita bisa mengupas penyebab diledakanya beberapa bom di tanah air ini. Adanya dominasi negara maju terhadap dunia secara keseluruhan,dan Indonesia dianggap sebagai kepanjangan tangan liberalisme barat. Yang patut dipertanyakan mengapah pemerintah bersikukuh menyalahkan pihak pengebom semata tanpa mau mengoreksi diri atas tuntutan teroris.
Padahal sebagian perjuangan para teroris,juga merupakan harapan sebagian rakyat pada umumnya. Kalaupun rakyat tidak bersimpati pada teroris, bukan berarti rakyat mendukung pemerintah sepenuhnya.
Dan biarlah para teroris ini menjadi urusan pemerintah semata...
Sabtu, 13 Juni 2009
Lagi makan apa, nak?
Dapat kiriman foto ini dengan "judul Lagi makan apa, nak?" disitu tertulis gambar ini diambil di Semarang, dengan heranya ia bertanya, katanya dinegara ini. fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. aku pikir apa lagi mengigau atau sudah lama meninggalkan dunia.hingga melihat orang sengsara dinegara ini serasa aneh.
apa yg aneh dengan penderitaan di negara ini bahkan di dunia ini.semua terjadi begitu saja tidak ada seorangpun yg menghendaki terjadinya kesengsaraan bahkan semua menghindar dari penderitaan menuju kemakmuran,namun terkadang dalam mengejar kemakmuran tersebut seringkali menyebabkan korban penderitaan bagi orang lain.itupun terjadi tanpa sengaja. ya sengaja tidak berfikir panjang..............
Sabtu, 30 Mei 2009
SYAIR RONGGOWARSITO (NOSTRODAMOUS VAN JAVA) (RAMALAN JAYA BAYA)
Iki sing dadi tandane zaman kolobendu (Ini yang menjadi tanda zaman kehancuran)
1. Lindu ping pitu sedino (Gempa bumi 7 x sehari)
2. Lemah bengkah (Tanah pecah merekah)
3. Manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara (Manusia berguguran, banyak yang ditimpa sakit)
4. Pagebluk rupo-rupo (Bencana bermacam-macam)
5. Mung setitik sing mari akeh-akehe pada mati (Hanya sedikit yang sembuh kebanyakan meninggal)
Zaman kalabendu iku wiwit yen, (Zaman ini ditandai dengan),
1. Wis ana kreto mlaku tampo jaran (Sudah ada kereta yang berjalan tanpa kuda)
2. Tanah jawa kalungan wesi (Tanah Jawa dikelilingi besi)
3. Prau mlaku ing nduwur awang-awang (Perahu berjalan di atas awan melayang layang)
4. Kali ilang kedunge (Sungai kehilangan danaunya)
5. Pasar ilang kumandange (Pasar kehilangan keramaianya)
6. Wong nemoni wolak-walik ing zaman (Manusia menemukan jaman yang terbolak-balik)
7. Jaran doyan sambel (Kuda doyan makan sambal)
8. Wong wadon menganggo lanang (Orang perempuan mempergunakan busana laki-laki)
Zaman kalabendu iku koyo-koyo zaman kasukan, donya,nanging zaman iku sabenere zaman ajur lan bubrahing donya. (Zaman kalabendu itu seperti jaman yang menyenangkan, jaman kenikmatandunia, tetapi jaman itu sebenarnya jaman kehancuran dan berantakannya dunia)
1. Mulane akeh bapak lali anak (Oleh sebab itu banyak bapak lupa sama anaknya)
2. Akeh anak wani ngalawan ibu lan nantang bapak (Banyak anak yang berani melawan ibu dan menantang bapaknya)
3. Sedulur pada cidro cinidro (Sesama saudara saling berkelahi)
4. Wong wadon ilang kawirangane, wong lanang ilang kaprawirane (Perempuan kehilangan rasa malunya, Laki-laki kehilangan rasa kejantanannya)
5. Akeh wong lanang ora duwe bojo (Banyak Laki laki tidak punya istri)
6. Akeh wong wadon ora setia karo bojone (Banyak perempuan yang tidak setia pada suaminya)
7. Akeh ibu pada ngedol anake (Banyak ibu yang menjual anaknya)
8. Akeh wong wadon ngedol awake (Banyak perempuan yang menjual dirinya)
9. Akeh wong ijol bojo (Banyak orang yang tukar menukar pasangan)
10. Akeh udan salah mongso (Sering terjadi hujan salah musim)
11. Akeh prawan tuwo (Banyak Perawan Tua)
12. Akeh rondo ngalairake anak (Banyak janda yang melahirkan anak)
13. Akeh jabang bayi nggoleki bapake (Banyak bayi yang lahir tanpa bapak)
14. Wong wodan ngalamar wong lanang (Perempuan melamar laki-laki)
15. Wong lanang ngasorake, drajate dewe (Laki-laki merendahkan derajatnya sendiri)
16. Akeh bocah kowar (Banyak anak lahir di luar nikah)
17. Rondo murah regane (Janda murah harganya)
18. Rondo ajine mung sak sen loro (Janda nilainya hanya satu sen untuk dua)
19. Prawan rong sen loro (Perawan nilainya dua sen untuk dua)
20. Dudo pincang payu sangang wong (Duda berharga 9 orang)
Zamane zaman edan (Zamannya Zaman Gila)
1. Wong wadon nunggang jaran (Perempuan naik Kuda)
2. Wong lanang lungguh plengki (Laki-laki berpangku tangan)
3. Wong bener tenger-tenger (Orang yang benar cuma bisa bengong)
4. Wong salah bungah-bungah (Orang yang melakukan kesalahan berpesta pora)
5. Wong apik ditapik-tampik (Orang Baik di singkirkan)
6. Wong bejat munggah pangkat (Orang Yang kelakuannya bejat malah naik pangkat)
7. Akeh ndandhang diunekake kuntul (Banyak komentar yang tidak benar)
8. Wong salah dianggap bener (Orang salah diangap benar)
9. Wong lugu kebelenggu (Orang lugu dibelenggu)
10. Wong mulyo dikunjara (Orang mulia dipenjara)
11. Sing culika mulya, sing jujur kojur (Yang salah mulia, yang jujur hancur)
12. Para laku dagang akeh sing keplanggrang (Pedagang banyak yang menyeleweng)
13. Wong main akeh sing ndadi (Orang berjudi semakin menjadi)
14. Linak lijo linggo lica, lali anak lali bojo, lali tangga lali konco (Lupa anak dan pasangan, lupa tetangga dan teman)
15. Duwit lan kringet mug dadi wolak-walik kertu (Uang dan keringat hanya untuk berjudi)
16. Kertu gede dibukake, ngguyu pating cekakak (Kartu besar dibuka, tertawa terbahak-bahak)
17. Ning mulih main kantonge kemps (Tapi waktu pulang main kantongnya kosong)
18. Krungu bojo lan anak nangis ora di rewes (Denger anak istri nangis tidak digubris)
Abote koyo ngopo sa bisa-bisane aja nganti wong kelut,keliring zaman kalabendu iku. (Seberatapapun jangan sampai ikut larut dalam warna-warni zaman kalabendu)
Amargo zaman iku bakal sirno lan gantine joiku zaman ratu adil, zaman kamulyan. Mula sing tatag, sing tabah, sing kukuh, jo kepranan ombyak ingzaman Entenana zamanne kamulyan zamaning ratu adil (Sebab jaman itu bakal sirna dan diganti dengan jaman Ratu adil, jaman kemuliaan, karena itu yang tegar, yang tabah, yang kokoh, Jangan melakukan hal bodoh. Tunggulah jaman kemuliaan jamannya Ratu adil)
Catatan :jangan terlalu diambil hati
1. Lindu ping pitu sedino (Gempa bumi 7 x sehari)
2. Lemah bengkah (Tanah pecah merekah)
3. Manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara (Manusia berguguran, banyak yang ditimpa sakit)
4. Pagebluk rupo-rupo (Bencana bermacam-macam)
5. Mung setitik sing mari akeh-akehe pada mati (Hanya sedikit yang sembuh kebanyakan meninggal)
Zaman kalabendu iku wiwit yen, (Zaman ini ditandai dengan),
1. Wis ana kreto mlaku tampo jaran (Sudah ada kereta yang berjalan tanpa kuda)
2. Tanah jawa kalungan wesi (Tanah Jawa dikelilingi besi)
3. Prau mlaku ing nduwur awang-awang (Perahu berjalan di atas awan melayang layang)
4. Kali ilang kedunge (Sungai kehilangan danaunya)
5. Pasar ilang kumandange (Pasar kehilangan keramaianya)
6. Wong nemoni wolak-walik ing zaman (Manusia menemukan jaman yang terbolak-balik)
7. Jaran doyan sambel (Kuda doyan makan sambal)
8. Wong wadon menganggo lanang (Orang perempuan mempergunakan busana laki-laki)
Zaman kalabendu iku koyo-koyo zaman kasukan, donya,nanging zaman iku sabenere zaman ajur lan bubrahing donya. (Zaman kalabendu itu seperti jaman yang menyenangkan, jaman kenikmatandunia, tetapi jaman itu sebenarnya jaman kehancuran dan berantakannya dunia)
1. Mulane akeh bapak lali anak (Oleh sebab itu banyak bapak lupa sama anaknya)
2. Akeh anak wani ngalawan ibu lan nantang bapak (Banyak anak yang berani melawan ibu dan menantang bapaknya)
3. Sedulur pada cidro cinidro (Sesama saudara saling berkelahi)
4. Wong wadon ilang kawirangane, wong lanang ilang kaprawirane (Perempuan kehilangan rasa malunya, Laki-laki kehilangan rasa kejantanannya)
5. Akeh wong lanang ora duwe bojo (Banyak Laki laki tidak punya istri)
6. Akeh wong wadon ora setia karo bojone (Banyak perempuan yang tidak setia pada suaminya)
7. Akeh ibu pada ngedol anake (Banyak ibu yang menjual anaknya)
8. Akeh wong wadon ngedol awake (Banyak perempuan yang menjual dirinya)
9. Akeh wong ijol bojo (Banyak orang yang tukar menukar pasangan)
10. Akeh udan salah mongso (Sering terjadi hujan salah musim)
11. Akeh prawan tuwo (Banyak Perawan Tua)
12. Akeh rondo ngalairake anak (Banyak janda yang melahirkan anak)
13. Akeh jabang bayi nggoleki bapake (Banyak bayi yang lahir tanpa bapak)
14. Wong wodan ngalamar wong lanang (Perempuan melamar laki-laki)
15. Wong lanang ngasorake, drajate dewe (Laki-laki merendahkan derajatnya sendiri)
16. Akeh bocah kowar (Banyak anak lahir di luar nikah)
17. Rondo murah regane (Janda murah harganya)
18. Rondo ajine mung sak sen loro (Janda nilainya hanya satu sen untuk dua)
19. Prawan rong sen loro (Perawan nilainya dua sen untuk dua)
20. Dudo pincang payu sangang wong (Duda berharga 9 orang)
Zamane zaman edan (Zamannya Zaman Gila)
1. Wong wadon nunggang jaran (Perempuan naik Kuda)
2. Wong lanang lungguh plengki (Laki-laki berpangku tangan)
3. Wong bener tenger-tenger (Orang yang benar cuma bisa bengong)
4. Wong salah bungah-bungah (Orang yang melakukan kesalahan berpesta pora)
5. Wong apik ditapik-tampik (Orang Baik di singkirkan)
6. Wong bejat munggah pangkat (Orang Yang kelakuannya bejat malah naik pangkat)
7. Akeh ndandhang diunekake kuntul (Banyak komentar yang tidak benar)
8. Wong salah dianggap bener (Orang salah diangap benar)
9. Wong lugu kebelenggu (Orang lugu dibelenggu)
10. Wong mulyo dikunjara (Orang mulia dipenjara)
11. Sing culika mulya, sing jujur kojur (Yang salah mulia, yang jujur hancur)
12. Para laku dagang akeh sing keplanggrang (Pedagang banyak yang menyeleweng)
13. Wong main akeh sing ndadi (Orang berjudi semakin menjadi)
14. Linak lijo linggo lica, lali anak lali bojo, lali tangga lali konco (Lupa anak dan pasangan, lupa tetangga dan teman)
15. Duwit lan kringet mug dadi wolak-walik kertu (Uang dan keringat hanya untuk berjudi)
16. Kertu gede dibukake, ngguyu pating cekakak (Kartu besar dibuka, tertawa terbahak-bahak)
17. Ning mulih main kantonge kemps (Tapi waktu pulang main kantongnya kosong)
18. Krungu bojo lan anak nangis ora di rewes (Denger anak istri nangis tidak digubris)
Abote koyo ngopo sa bisa-bisane aja nganti wong kelut,keliring zaman kalabendu iku. (Seberatapapun jangan sampai ikut larut dalam warna-warni zaman kalabendu)
Amargo zaman iku bakal sirno lan gantine joiku zaman ratu adil, zaman kamulyan. Mula sing tatag, sing tabah, sing kukuh, jo kepranan ombyak ingzaman Entenana zamanne kamulyan zamaning ratu adil (Sebab jaman itu bakal sirna dan diganti dengan jaman Ratu adil, jaman kemuliaan, karena itu yang tegar, yang tabah, yang kokoh, Jangan melakukan hal bodoh. Tunggulah jaman kemuliaan jamannya Ratu adil)
Catatan :jangan terlalu diambil hati
Langganan:
Postingan (Atom)